Lezat dan Bernutrisi, Udang Berperan Penting Dalam Kesehatan

Udang merupakan komoditas perikanan yang memiliki banyak sekali peminat, namun keberadaan udang sering sekali mendapat persepsi buruk oleh masyarakat.

Mengapa Kita Harus Membangun Industri Perikanan Budidaya?
Ikan Kerapu: Rasa Nikmat, Kaya Manfaat
Optimisme Growpal dalam Pengelolaan Investasi dan Manajemen Risiko

Udang merupakan komoditas perikanan yang memiliki banyak sekali peminat, namun keberadaan udang sering sekali mendapat persepsi buruk oleh masyarakat. Banyak artikel yang mengklaim bahwa udang mengandung kadar kolesterol yang sangat tinggi dan tidak baik untuk kesehatan tubuh.  Sehingga dapat mendatangkan berbagai macam penyakit kedalam tubuh, seperti penyakit yang menyerang jantung dan organ tubuh lainnya. Keterbatasan informasi di dalam masyarakat terkait mengonsumsi udang menjadi faktor yang dapat menimbulkan kesalahan persepsi terhadap produk olahan udang. Lalu, bagaimana hal ini dapat disikapi.

Pada dasarnya, kolesterol juga dibutuhkan dalam metabolism tubuh. Kolesterol yang terdapat pada udang dibutuhkan oleh tubuh yaitu untuk memproduksi vitamin D dan memberikan protein dan omega-3. Menurut American Heart Association dalam hellosehat.com (2018), kolesterol itu tidak sepenuhnya bersifat buruk, asupan kolesterol harus dibatasi per harinya, yaitu tidak lebih dari 300 mg per hari. Dalam 100 gr udang mengandung 189 mg kolesterol, dalam mengonsumsi udang dianjurkan tidak lebih dari 200 gram per hari, dilansir dari medcom.id (2017), disarankan juga untuk tidak menambahkan garam atau memakan udang bersama nasi, karena dapat meningkatkan kadar kalori, selain itu mengonsumsi udang dengan cara direbus juga dapat mengurangi kadar kolesterol pada udang.

Selanjutnya omega-3 yang dipicu oleh kolesterol dapat juga memberikan fungsi terhadap tubuh. Otak manusia membutuhkan asupan nutrisi agar dapat mengontrol setiap sistem dalam tubuh dengan baik, asam lemak omega-3 adalah salah satu kunci otak dapat bekerja dengan baik, namun omega-3 tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia, salah satu cara mendapat nutrisi ini adalah dengan mengonsumsi udang. Manfaat mengonsumsi udang dapat meningkatkan imunitas tubuh, kandungan asam lemak omega-3 yang terdapat pada udang memiliki dampak positif bagi kesehatan, mengonsumsi udang secara rutin dengan porsi yang tepat dapat menjaga kesehatan jantung dari berbagai macam kemungkinan penyakit yang menyerang, antara lain yaitu serangan jantung, stroke hingga kanker. Menurut data dari Fimela (15/5/2013), Para peneliti di Institute of Food Research (IFR) mengungkapkan bahwa kombinasi sulforaphane dan selenium yang terdapat pada udang dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap potensi kanker sebanyak 13 kali lipat.

Selain menjaga kesehatan jantung, omega-3 juga memiliki manfaat untuk kemampuan otak, asupan nutrisi dibutuhkan otak agar dapat bekerja dengan optimal, nutrisi untuk otak dapat diperoleh dari berbagai macam asupan, mengonsumsi udang adalah salah satu opsi. Udang dapat meningkatkan kemampuan otak, kandungan asam lemak omega-3 atau yang dapat disebut sebagai minyak ikan yang terdapat di dalam udang dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak. Dua asam lemak omega-3 yang terkandung di dalam udang yang merupakan lemak tak jenuh ganda yang memiliki peran penting dalam kinerja otak, antara lain DHA, (asam Docosahexaenoic) dan EPA (asam Eicosapantaenoic). DHA berperan dalam perkembangan otak manusia, dimulai sejak dari bayi hingga lanjut usia, sedangkan EPA dapat membantu pencegahan penyakit pada pembulu darah yang terdapat di dalam otak, contohnya seperti penyempitan pembuluh darah yang berada di dalam otak. Menurut data dari lifestyle.kompas (2018), penelitian menunjukkan bahwa DHA dan EPA memiliki pengaruh yang sangat besar untuk kesehatan, terutama DHA yang berperan dalam mengembangkan kinerja otak.

Kurangnya asupan nutrisi tertentu ke dalam tubuh berupa vitamin dan zat besi dapat menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah atau anemia, sehingga tubuh menjadi lemas dan performa otak juga menjadi tidak optimal. Udang memiliki peran penting juga dalam mengatasi anemia atau penyakit kekurangan darah, karena udang memiliki kandungan zat besi yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh. Opsi ini merupakan alternative lain dalam mengatasi anemia, opsi ini tentu lebih sehat dan aman jika dibandingkan dengan mengonsumsi obat-obatan berbasis kimia, karena merupakan produk alami. Asupan zat besi yang terdapat pada udang dapat membantu mencegah anemia, menurut data dari hellosehat (/2018), makanan yang dapat meningkatkan produksi sel darah merah adalah makanan laut seperti udang.

Selain Omega-3, protein yang dapat diperoleh dari mengonsumsi udang juga dapat memberikan energi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam menunjang kegiatan sehari-hari. Protein berperan sangat besar dalam segala aktivitas yang kita lakukan setiap harinya, seperti membuat tubuh dapat bergerak dengan bebas dan mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Udang mengandung protein dengan tingkat lemak yang rendah, sehingga baik untuk kebutuhan tubuh. Dilansir dari liputan6 (2018), Fungsi protein sangat vital dalam pemeliharaan jaringan tubuh, termasuk pengembangan dan perbaikan Protein juga memiliki peran penting juga dalam memberikan antibodi untuk mencegah tubuh terserang oleh penyakit serta infeksi.

Udang sebagai salah satu komoditas perikanan yang paling diminati oleh banyak orang, selain rasa udang yang lezat, komoditas ini juga memberikan manfaat bagi kesehatan, baik organ tubuh bagian dalam seperti jantung dan otak serta memberikan protein untuk menunjang aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Pandangan masyarakat tentang buruknya mengonsumsi udang secara gamblang tentu tidak terbukti benar, sudut pandang ini terbentuk di dalam masyarakat karena kurangnya informasi terkait udang, seperti kandungan gizi dalam udang dan cara mengolah udang dengan lebih baik agar dapat mengurangi kolesterol. Berangkat dari fenomena yang terjadi di masyarakat, mengonsumsi udang dalam porsi yang tepat dapat memberikan manfaat yang banyak bagi tubuh, namun jika berlebihan maka akan memberikan dampak negatif yang dapat berujung munculnya penyakit. Sejatinya, apapun yang dikonsumsi secara berlebihan akan menjadi tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Penulis:

Doan Jonathan

Referensi:

Rahma, B. 2018. Batasan Makan Udang dan Kepiting yang Aman, Agar Kolesterol Tidak Naik. Hellosehat

Dian, L. 2013. Udang, Kecil Tapi Kaya Manfaat. Fimela

Dhorothea. 2014. Lindungi Kulit dengan Omega 3. Kompas

Mandasari, R. 2018. 6 Fungsi Protein Bagi Tubuh dan Gejala Saat Kekurangan Protein Melanda. Liputan 6

COMMENTS

WORDPRESS: 0