Crowdfunding Perikanan, Solusi terhadap Tantangan Kesejahteraan Pangan

Keberlanjutan dan stabilitas produksi pangan bergizi sekarang menjadi parameter yang tak terpisahkan untuk pengembangan masyarakat Indonesia. Atau lebih tepatnya prioritas strategis yang tak terelakkan dalam mengejar kesejahteraan sosio-ekonomi dan lingkungan, baik secara individu maupun kolektif, untuk diproyeksikan dalam ruang dan waktu tertentu. Dalam konteks ini, dukungan untuk proyek-proyek kewirausahaan yang bertujuan mencapai tujuan ini merupakan pengaruh penting tidak hanya untuk perusahaan tetapi untuk seluruh masyarakat. Berlandaskan pertimbangan ini, maka Growpal memutuskan untuk mengambil peran penting yang dapat dimainkan oleh internet melalui platform pendanaan gotong royong (Crowdfunding) yang tidak hanya memungkinkan perusahaan agribisnis (perikanan dan pertanian) untuk dapat berorientasi pada keberlanjutannya dalam membiayai kebutuhan untuk tumbuh, tetapi  juga dapat menumbuhkan budaya keberlanjutan sebagai prioritas dalam bidang ketahanan pangan dan terciptanya perekonomian inklusif yang merata di setiap daerah di Indonesia.

Secara spesifik, perekonomian inklusif yang dimaksudkan adalah peran Growpal untuk membantu para pembudidaya perikanan Nusantara dalam kemudahan mengakses modal sehingga dapat meningkatkan produktivitsnya dan mendukung terjadinya peningkatan kesejahteraan ekonomi, praktik keuangan mikro bottom-up yang mampu memobilisasi lebih banyak orang dan sumber daya untuk mendukung bisnis budidaya perikanan yang berorientasi pada keberlanjutan. Salah satu cara yang tepat yaitu melalui sistem crowdfunding, dimana skema tersebut adalah metode yang relatif baru dan berevolusi menggunakan Internet untuk meningkatkan modal untuk mendukung berbagai ide dan usaha. Suatu perusahaan, individu atau kelompok, yang mengumpulkan dana melalui crowdfunding platform biasanya mencari kontribusi kecil individu yang kemudian diakumulasikan untuk membuat kontribusi yang lebih besar. Individu yang tertarik dalam kampanye crowdfunding (anggota “crowd”) dapat berbagi informasi tentang proyek, penyebab, ide atau bisnis model satu sama lain dan menggunakan teknologi informasi untuk memutuskan apakah akan mendanai kampanye berdasarkan “kebijaksanaan individu atau kolektif dari kerumunan (crowd)”.

Semakin populernya aktivitas crowdfunding baru-baru ini disebabkan oleh berbagai alasan: pertama, mencocokkan penyandang dana dengan campaigner kini jauh lebih efisien dan efektif. Kedua, potensi risiko berkurang karena pendanaan sedikit demi sedikit secara online memiliki resiko kecil dan baik untuk mengedukasi pendana atau investor pemula.  Sistem online tersebut akan secara langsung menekan biaya komunikasi dalam hal penyediaan kumpulan informasi yang lebih baik (reliable). Selain itu, proses tersebut dapat juga memberikan sebuah skema pemantauan kemajuan (progress report) atas proyek yang didanai untuk pendana yang berada di lokasi yang jauh dan juga lebih baik memungkinkan penyandang dana untuk berpartisipasi dalam meningkatkan product knowledge, serta pengembangan ide tersebut. Pada akhirnya, skema crowdfunding yang Growpal kembangkan adalah memberikan penghargaan ekonomi kepada pendana (investor) berupa imbalan bagi hasil per panen sebagai bentuk partisipasi dan kepemilikan terhadap hasil dari sebuah proyek.

Lebih khususnya lagi, Agrawal et al., (2014) membuat perbedaan antara crowdfunding ekuitas dan non-ekuitas. Perbedaan paling penting antara crowdfunding ekuitas dan non-ekuitas akan muncul karena amplifikasi asimetri informasi. Sedangkan masalah asimetri saat ini masih terbatas hal yang menyangkut kelayakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan produk, dalam pengaturan ekuitas masalah asimetri dapat berarti lebih luas yakni mencakup kemampuan pembuatan dan inovasi konten dan juga kemampuan pertumbuhan menyeluruh untuk menghasilkan nilai ekuitas dengan membangun perusahaan daripada hanya terfokus spesifik untuk memberikan produk. Pada akhirnya, skema pendanaan melalui sistem crowdfunding cukup bisa menjadi sebuah wahana yang potensial dalam menjawab tantangan dalam penyediaan pangan yang stabil, berkelanjutan, dan sejahtera.

 

Penulis:

Paundra Noorbaskoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *