Digitalisasi Bisnis Perikanan Indonesia

Bisnis Perikanan, Untung atau Buntung?

Perkembangan zaman di era globalisasi dengan ancaman global warming yang semakin parah dampaknya, tentu membuat banyak sektor baik di bidang agraris dan maritim ikut mengurut dada. Pasalnya, cuaca dan iklim yang tidak menentu jelas menjadi penghambat dalam bisnis di kedua bidang ini. Panas dingin suhu udara yang menjadi faktor penentu keberhasilan panen semakin sulit diprediksi. Terlebih lagi banyak sekali regulasi-regulasi yang disusun tetapi belum juga “ketok palu” dalam pelaksanaannya karena berbagai hal yang sepertinya sangat sulit diatasi, khususnya di sektor kelautan. Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia dengan panjang garis pantai 25% dari panjang pantai di seluruh dunia (Agustina, 2013). Indonesia merupakan negara kepulauan yang didominasi oleh kekayaan laut yang luar biasa. Selain keindahan bawah laut, Indonesia juga merupakan negara yang menempati peringkat ketiga dalam produksi perikanan setelah China dan India (Data Food and Agriculture Organization, 2012). Sedangkan dalam lima tahun terakhir, produksi perikanan di Indonesia terus merangkak naik hingga mencapai 8,12%. Tapi bagaimana realisasinya? Benarkah bisnis perikanan memberikan keuntungan bagi seluruh pihak dan meningkatkan devisa negara atau sebaliknya malah buntung karena maraknya kasus seperti illegal fisheries, limbah sampah yang semakin mengotori dan mengancam ekosistem laut, cuaca ekstrem yang mempertaruhkan nyawa para nelayan, atau keterlambatan hasil panen karena force major?

Potensi laut Indonesia tidak hanya bisa dirasakan oleh satu pihak atau pebisnis saja, tetapi juga dapat membantu seluruh pihak, diantaranya adalah dapat membantu meningkatkan devisa negara dari kemampuan ekspornya mengingat Indonesia merupakan negara yang produksi hasil lautnya sangat diminati oleh masyarakat dunia. Selanjutnya potensi dari bisnis perikanan juga membantu para nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya yang saat ini dinilai kurang layak padahal potensi dari bisnis ini sangat menjanjikan. Masih cukup banyak nelayan yang hidupnya kurang dari cukup, padahal dari tangan-tangan cekatan yang menghitam karena sengatan matahari inilah, kita bisa hidup merasakan protein tinggi dari kekayaan alam hasil laut Indonesia, dan dari tubuh penuh peluh itulah negara kita bisa merasakan peningkatan pendapatan melalui produksi perikanan. Pihak lain yang ikut merasakan manfaat dari bisnis ini adalah masyarakat Indonesia yang dapat meningkatkan daya konsumsinya terhadap produksi laut terutama ikan, hal ini juga disebabkan oleh budaya orang Indonesia yang kurang konsumtif terhadap hasil laut, baik karena sukarnya memperoleh hasil laut yang segar dan berkualitas, atau daya beli yang kurang karena semakin langkanya produksi ikan maka semakin tinggi harga ikan di pasaran sehingga masyarakat Indonesia lebih memilih alternatif lain untuk konsumsi pangannya. Oleh sebab itu, jelas sekali bahwa potensi perikanan ini benar-benar sangat menjanjikan dan dapat menguntungkan banyak pihak.

Selain potensi-potensi yang dihasilkan dari bisnis perikanan, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah ancaman-ancaman yang mungkin terjadi seperti yang penulis sebutkan diatas. Kasus-kasus seperti illegal fisheries yang marak terjadi di tahun-tahun terakhir membuat penulis secara pribadi merasa takjub dan miris dalam waktu bersamaan. Takjub karena begitu besarnya potensi laut yang dihasilkan Indonesia sehingga mendorong orang asing untuk mencuri sumber daya dari laut kita, dan miris karena regulasi yang tidak kunjung rampung untuk membasmi illegal fisheries ini. Apa yang membuat orang asing begitu beraninya mencuri sumber daya milik Indonesia jika bukan karena kualitasnya? Sementara kita mafhum benar bahwa orang-orang dari negeri seberang tidak akan mungkin melakukan tindakan curang jika apa yang diincarnya tidak berharga dan tidak berkualitas tinggi. Belum lagi masalah-masalah lain yang muncul seperti limbah sampah yang merusak ekosistem laut karena kurangnya kesadaran generasi untuk menjaga dan melestarikan lingkungannya serta bencana yang terjadi dimana-mana termasuk global warming yang awal mulanya disebabkan oleh tangan kita sendiri. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Padahal peluang dari bisnis perikanan sendiri sebenarnya cukup menjanjikan dan memberikan keuntungan bagi banyak pihak. Buntungnya bisnis di budidaya ini akan terjadi jika tidak menerapkan regulasi yang memiliki kekuatan hukum yang dapat dipercaya. Karena setiap ancaman yang solusinya dapat ditemukan, alangkah baiknya jika dibarengi dengan kekuatan hukum agar terhalang dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang tujuannya hanya untuk memperkaya diri sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.  Disinilah peran generasi muda diperlukan.

Dalam bukunya, “The Influence of Sea Power upon History” Alfred Thayer Mahan seorang perwira tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat mengemukakan teori bahwa sea power merupakan unsur terpenting bagi kemajuan dan kejayaan suatu negara, yang mana jika kekuatan-kekuatan laut tersebut diberdayakan, maka akan meningkatkan kesejahteraan dan keamanan suatu negara. Sebaliknya, jika kekuatan-kekuatan laut tersebut diabaikan akan berakibat kerugian bagi suatu negara atau bahkan meruntuhkan negara tersebut (perumperindo.co.id). Maka, sudah sebaiknya kita sebagai generasi penerus bangsa, turut memajukan Indonesia melalui upaya-upaya menjaga laut dan bila memungkinkan turut serta dalam perkembangan bisnis perikanan di Indonesia untuk meningkatkan produksi perikanan sebagai sumber daya yang akan diekspor dan meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap hasil laut.

Era digital, zaman millenial

Di era digital ini, apa yang tidak bisa dilakukan? Melakukan bisnis bahkan menjadi lebih mudah setiap harinya, jaringan internet dapat menghubungkan penjual dan pembeli hanya dengan satu ketukan jari. Selain itu, semua orang sudah melek teknologi, di zaman ini rasa-rasanya sudah tidak ada lagi yang gaptek. Dari kalangan anak muda hingga orang tua bahkan dapat dengan mudah mengakses apapun yang diinginkan. Lalu kenapa tidak digunakan untuk suatu hal yang bermanfaat? Membangun bisnis perikanan misalnya, melalui platform digital yang banyak digadang-gadang, kita bisa membantu banyak pihak meraih keuntungan, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi kemaslahatan orang banyak.

Era digital ini bukan tidak mungkin untuk tidak menjadi solusi bagi negara kita dalam memajukan bisnis perikanan di Indonesia. Bukan tidak mungkin untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi ekspor dari hasil laut Indonesia, dan bukan tidak mungkin membantu nelayan memiliki penghidupan yang lebih baik serta membantu masyarakat Indonesia menjadi lebih konsumtif terhadap produk laut, juga bukan tidak mungkin dapat membantu menumbuhkan kesadaran bagi generasi-generasi bangsa akan pentingnya menjaga dan melestarikan ekosistem laut Indonesia. Hal ini bisa menjadi salah satu solusi yang paling baik untuk banyak pihak dengan mengamati potensi bisnis perikanan serta mewaspadai ancaman-ancaman yang menghantui, kita bisa belajar banyak untuk lebih memahami dan memberikan solusi yang baik bagi perkembangan budidaya ikan di Indonesia. Solusi pertama adalah membangun bisnis yang baik dengan niat untuk membantu seluruh pihak, menjadi tangan-tangan penolong pengusaha kecil dan tangan-tangan penggerak perekonomian bangsa. Selanjutnya, dari bisnis yang dijalankan kita dapat membantu para nelayan atau petani-petani pembudidaya ikan dan hasil laut lainnya untuk mensejahterakan hidupnya ke arah yang lebih baik, di samping kita juga menjadi salah satu “motor” ekspor hasil laut bagi negara. Bisnis yang dijalankan juga turut mengajak masyarakat Indonesia lebih konsumtif terhadap hasil laut karena produk yang dihasilkan membantu meningkatkan kuantitas dan kualitas produk. Dari bisnis ini juga, kita bisa membantu masyarakat Indonesia yang ingin ikut melakukan bisnis di dunia perikanan, sehingga kita bisa menjadi “jembatan” bagi seluruh pihak dalam memahami kondisi-kondisi sulit di dunia perikanan ini. Selanjutnya, melalui bisnis ini kedepannya kita dapat membentuk suatu komunitas yang menanamkan rasa mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan alam Indonesia lewat berbagai penyuluhan  dan seminar-seminar yang berisi ajakan untuk saling menjaga lingkungan laut sebagai bentuk tanggung jawab bersama atau menghadirkan program “pembersihan pantai” untuk menjaga keasrian laut Indonesia. Solusi lainnya untuk menghindari ancaman pencurian, pemalakan, dan ancaman nyawa bagi nelayan atau petani tambak adalah, dari bisnis ini kita dapat membentuk regulasi yang didasarkan oleh kekuatan hukum yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Hak paten usaha, perizinan usaha, serta hal-hal lainnya seperti asuransi bagi nelayan yang perlu diperhatikan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan mereka dalam bekerja. Hal-hal ini, meskipun pemerintah belum rampung terhadap regulasi, setidaknya kita sebagai pebisnis sudah terlebih dahulu memperhatikan secara detail, sehingga hal ini dapat menjadi satu inisiatif yang bisa menguntungkan banyak pihak. Melalui kesempatan ini, penulis sangat mengapresiasi ide kreatif dari Growpal yang bisa menghubungkan banyak pihak dan menjadi “jembatan” untuk menjadi solusi bagi potensi perikanan Indonesia. Semoga hal-hal lain yang belum terealisasi dapat segera direalisasikan oleh platform digital ini agar senantiasa memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi negara Indonesia. Lalu, perlukah kita mencari solusi lebih baik lainnya, jika solusi itu sendiri sudah disediakan oleh Growpal dan kita hanya perlu membantu pergerakan bisnis ini agar bantuannya dapat menjadi cengkeraman kuat bagi seluruh pihak di negeri ini? Seluruhnya saya kembalikan kepada para pembaca.

Jayalah Perikanan Indonesia!

Penulis:

Ruri Octari Dinata

Referensi:

Agustina A., 2013., “Indonesia Negara Maritim Terbesar di Dunia”., Jakarta. Retrieved from: www.liputan6.com

Food Agriculture and Organization, 2012.

Hardiana I., 2013., “Potensi Indonesia sebagai Negara Maritim”., Jakarta. Retrieved from: www.perumperindo.co.id

Mahan, Thayer A., 1980., “The Influence of Sea Power upon History”., Lima, Peru.

Safri, R., 2018., “Nilai Ekspor Perikanan Indonesia Naik 8,12 Persen”., Jakarta. Retrieved from: news.kkp.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *