Ikan Kerapu: Rasa Nikmat, Kaya Manfaat

 “Ayo Kita Makan Ikan agar Keluarga Sehat dan Negara kuat!” Inilah salah satu slogan di antara puluhan slogan yang banyak kita dengar belakangan ini.

Selain Meningkatkan Supply Produk Perikanan, Inilah Keuntungan dari Pembiayaan Trading
Fintech Perikanan: Cermat Berinvestasi, Cegah Risiko Secara Dini
Growpal Earth, Kajian Kejadian Gempa di Lokasi Budidaya & Seluruh Wilayah Indonesia

 “Ayo Kita Makan Ikan agar Keluarga Sehat dan Negara kuat!”

Inilah salah satu slogan di antara puluhan slogan yang banyak kita dengar belakangan ini. Berbagai kalangan, mulai dari individu sampai pemerintah tak mau ketinggalan dalam melancarkan slogan untuk membangkitkan hasrat masyarakat untuk mengonsumsi hewan yang hidup di air ini.

Sejak tahun 2004, pemerintah telah gencar mendorong rakyatnya untuk gemar memakan ikan lewat program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Upaya ini tidak sia-sia, terbukti dari data Kementrian Kelautan dan Perikanan (KPP) dari tahun 2012 hingga 2017, terjadi peningkatan konsumsi ikan di tengah masyarakat. Selama 5 tahun terakhir, peningkatan konsumsi ikan di Indonesia meningkat sebanyak 37%.

Rasanya upaya pemerintah dalam mengampanyekan makan ikan bukanlah hal yang berlebihan. Negeri ini memang surganya ikan, di samping karena luas lautannya lebih luas dari pada luas daratan, di nusantara ini pun hidup berbagai macam jenis ikan. Selain itu, ikan juga merupakan makanan yang bernutrisi tinggi. Dalam daging ikan, tersimpan banyak zat-zat nutrisi essential, yaitu zat-zat yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh namun sangat diperlukan.

Kita mungkin saja dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan untuk mendapat manfaat nutrisinya. Tapi, coba tengok ikan kerapu yang telah menjadi primadona baik di dalam maupun di luar negeri. Kita akan dapat banyak menemukan ikan ini dihidangkan di berbagai restoran seafood dengan harga yang cukup menjanjikan namun tetap menjadi rebutan. Ekspor ikan ini juga tersebar ke berbagai negara karena rasanya yang nikmat dan gizi yang sarat.

Kerapu memang padat gizi, kandungan nutrisi hadir di setiap serpihan dagingnya. Macam-macam kandungan zat gizinya ialah Protein dan Lemak Essensial. Selain itu ikan kerapu juga kaya akan berbagai jenis mineral, di antaranya adalah Kalsium, Selenium, dan Fosfor. Tidak hanya itu, hidangan ini juga banyak mengandung Vitamin B Kompleks dan Vitamin A. Kandungan-kandungan tersebut memiliki fungsinya masing-masing untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah dari berbagai penyakit bagi orang yang mengosumsinya.

Mungkin kita bisa memperoleh protein dari berbagai macam makanan seperti daging sapi dan beberapa biji-bijian. Namun, daging ikan kerapu memiliki kadar protein yang lebih tinggi (Tacon, 2013). Di dalamnya banyak terkandung Peptide serta Asam Amino. Tak hanya itu, Protein pada ikan kerapu merupakan protein yang mudah dicerna oleh tubuh. Dalam berbagai riset yang telah dilakukan, protein ikan sangat membantu untuk memelihara kesehatan tubuh dari

Selain itu, daging ikan kerapupun kaya akan lemak essential yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Lemak jenis ini tidak mungkin diproduksi oleh tubuh kita sendiri. Sehingga, kita perlu mengonsumsi makanan yang mengandung lemak ini. Lemak ini disebut juga dengan omega 3. Zat ini merupakan asam lemak tidak jenuh yang memiliki banyak fungsi untuk kesehatan tubuh. Omega 3 dapat memelihara kesehatan tubuh dari berbagai penyakit seperti tekanan darah, penglihatan, penyakit jantung, demensia, dan fungsi otak.

Beberapa studi menunjukkan bahwa omega 3 sangatlah baik untuk pengembangan kognitif anak. Jika ibu memberikan asupan omega 3 yang cukup untuk anaknya sedari kecil, perkembangan otaknya akan lebih cepat daripada anak yang tidak mengonsumsi omega 3.

Selain protein dan lemak essensial, ikan kerapu juga kaya akan kandungan mineral. Di antaranya adalah kalsium. Jadi, kalsium tidak hanya terdapat pada susu dan produk turunannya. Dengan mengonsumsi ikan kerapu, kita sudah dapat memenuhi kebutuhan kalsium tubuh.

Dalam tubuh, garam kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan gigi, tulang, dan kuku. Selain itu, dalam bentuk ion, kalsium dibutuhkan pada hampir dalam seluruh proses metabolisme (FAO Agriculture and Consumer Protection department, 2002). Jika tubuh kita kekurangan kalsium, maka akan terjadi kontraksi otot, darah yang akan sulit membeku, serta gangguan transmisi saraf.

Mineral penting lainnya adalah Selenium. Dalam tubuh, Selenium memiliki peran penting untuk membuat enzim glutathione peroxidases yang berfungsi sebagai antioksidan. Selain itu, selenium juga berfungsi untuk proses metabolisme tubuh, khususnya pada fungsi kelenjar tiroid (Holben, 1999). Jika kandungannya terlalu rendah dalam tubuh, dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti serangan jantung, penyakit ginjal, hingga kanker. Namun, jika kita mengonsumsinya secara berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan.

Salah satu vitamin penting dalam ikan kerapu adalah vitamin B kompleks. Utamanya adalah vitamin B6 dan B12. Vitamin ini sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan proses metabolisme dan untuk keaktifan enzim. Kekurangan vitamin B6 menyebabkan gejala kulit rusak, syaraf motorik terganggu, dan kelainan darah. Sedangkan, jika kekurangan B12 akan menyebabkan anemia, pucat, gangguan perut, kurang berat dan glossitis (Universitas Pendidikan Indonesia, et. Al).

Vitamin B6 juga sangat dibutuhkan bagi ibu yang menyusui. Jika bayi mengonsumsi air susu ibu yang banyak mengandung vitamin B6, perkembangan bayi akan terlihat lebih cepat. Terjadi peningkatan yang signifikan pada fisik bayi, yaitu pada peningkatan panjang badan, lingkar kepala, serta berat badan. Sedangkan, air susu ibu yang kekurang vitamin B6, akan membuat bayi menderita gangguan syaraf, kejang, dan sakit perut (Ruslie, 2012). Karena itu sangat dianjurkan bagi ibu untuk banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B kompleks.

Itulah sebagian dari kekayaan kandungan gizi ikan kerapu. Masih banyak zat, vitamin, dan mineral lain yang terkandung dalam ikan ini. Jadi, mengonsumsi ikan kerapu bukan hanya karena rasanya yang nikmat, namun juga untuk merawat kesehatan tubuh. Panganan ini dapat mencegah berbagai penyakit yang menyerang jantung, ginjal, otak, tulang, proses metabolisme, serta peredaran darah. Jadi, jika ingin makan enak dan sehat, ayo konsumsi ikan kerapu dari sekarang!

Penulis:

Nayla Afnan

Referensi:

FAO Agriculture and Consumer Protection department. (2002). Human vitamin and mineral requirements. Training materials for agricultural planning.

Holben, D. H., and A. M. Smith. (1999). The diverse role of selenium within selenoproteins: A review. J. Sm. Diet. Assoc., 99:836-843.

Khalili Tilami, S., & Sampels, S. (2017). Nutritional Value of Fish: Lipids, Proteins, Vitamins, and Minerals. Reviews in Fisheries Science & Aquaculture, 26(2), 243–253.

Ruslie, Riska Habriel. (2012). Peranan Vitamin sebagai Nutrisi pada Bayi Prematur. Jurnal UNISSULA, Vol. 4, No. 1.

Tacon, A. G. J., and M. Metian. (2013). Fish matters: importance of aquatic foods in human nutrition and global food supply. Rev. Fisher. Sci., 21:22-38.

Vitamin. http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/197807162006042-AI_MAHMUDATUSSA%27ADAH/VITAMIN.pdf

COMMENTS

WORDPRESS: 0