Intergrasi Recirculating Aquaculture System dengan Teknologi Microbubble untuk Meningkatkan Hasil Tambak Udang Vanname

Salah satu parameter penting kualitas air dalam budidaya udang adalah oksigen terlarut untuk proses respirasi. Tingkat konsumsi udang akan menurun jik

Penerapan Pengelolaan Air yang Ramah Lingkungan dengan Sistem Resirkulasi Akuakultur (RAS)
Yuk, Kenali Berbagai Penyakit Udang! (Edisi Bakteri)
Akuakultur Terintegrasi, Teknologi, dan Visi Besar Perkembangan Ekonomi

Salah satu parameter penting kualitas air dalam budidaya udang adalah oksigen terlarut untuk proses respirasi. Tingkat konsumsi udang akan menurun jika kebutuhan oksigen dalam air tidak terpenuhi dan mengakibatkan penurunan kondisi kesehatan udang bahkan menyebabkan kematian sehingga penting untuk para petambak untuk mengontrol kadar oksigen dengan melakukan resirkulasi air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan rekayasa teknologi akuakultur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, salah satunya adalah dengan pengembangan teknologi microbubble dengan integrasi Recirculating Aquaculture System (RAS).

Secara prinsip microbubble sama dengan aerasi, namun teknologi ini mampu menghasilkan udara yang berukuran lebih mikro sehingga ketersediaan oksigen terlarut dalam air lebih stabil dan tahan lama. Microbubble Generator (MBG) adalah suatu alat yang berfungsi untuk menghasilkan gelembung udara di dalam air dengan ukuran diameter kecil serta untuk mengoptimalkan tingkat dan jumlah transfer oksigen. (Rosariawari, Wahjudijanto, & Rachmanto, 2013). Ukuran gelembung yang sangat kecil menyebabkan luas transfer oksigen yang sangat besar dan kecepatan naiknya gelembung ke permukaan kolam yang jauh lebih rendah daripada aerator gelembung makro.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) telah meluncurkan sebuah teknologi baru, yaitu ‘Teknologi Microbubble untuk Budi daya Udang Vaname Ultra Intensif’ yang berlokasi di Laboratorium Kelautan IPB pada bulan Desember 2018. Dengan pendampingan, pembudidaya bisa membuat dan menerapkannya secara mandiri. Sistem dan metode budidaya udang vaname ultra intensif ini telah didaftarkan patennya melalui Sentra Kekayaan Intelektual KKP, dengan nomor paten P00201810738, sedangkan teknologi mikrobubble telah diberi sertifikat paten nomor IDS000002014. Teknologi ini dapat diaplikasikan pada skala rumah tangga hingga industri sehingga pembudidaya kecil dapat diberdayakan.


Kelebihan lain dari teknologi Microbubble ini adalah tidak memerlukan proses penyifonan, yaitu pembuangan lumpur limbah sisa pakan dan kotoran udang. Pada sistem ini, limbah padatan akan tertangkap pada filter fisik, yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Integrasi teknologi microbubble dan RAS juga memiliki kelebihan tidak perlu penggantian air, tidak ada limbah perikanan yang dibuang ke lingkungan, dan bisa diaplikasikan di tengah kota yang jauh dari sumber air laut, karena pengelolaan media air budidaya dilakukan secara berkelanjutan sehingga memiliki dampak yang baik terhadap lingkungan.

Dengan banyaknya keunggulan dari teknologi Microbubble ini, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja mengharapkan hasil penemuan ini dapat menjadi solusi permasalahan yang timbul pada budidaya udang vaname sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis:
Quartina Pinunjul Winarti
Source:
⦁ Budiardi, T., dkk. 2005. Tingkat Konsumsi Oksigen Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dan Model Pengelolaan Oksigen pada Tambak Intensif. Jurnal Akuakultur Indonesia, 4 (1): 89-96.
⦁ Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2018, Desember 26). BRSDM Ciptakan Teknologi Microbubble untuk Budidaya Udang Vaname Ultra Intensif. Diakses pada 30 November 2019, dari https://kkp.go.id/brsdm/artikel/8233-brsdm-ciptakan-teknologi-microbubble-untuk-budidaya-udang-vaname-ultra-intensif
⦁ Mongabay. (2019, Januari 8). Microbubble: Teknologi Baru Ramah Lingkungan untuk Budidaya Udang. Diakses pada 30 November 2019, dari https://www.mongabay.co.id/2019/01/08/microbubble-teknologi-baru-ramah-lingkungan-untuk-budidaya-udang/
⦁ Rosariawari, F., Wahjudijanto, I., & Rachmanto, &. T. (2013). Peningkatan Efektifitas Aerasi dengan Menggunakan Micro Bubble Generator (MBG). Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 88-97.

COMMENTS

WORDPRESS: 0