Kabupaten Situbondo tahun 2019: Progres Tindaklanjut Kegiatan Growpal Bersama Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal

Bahartani Lamakampali selaku Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyampaikan apresia

Penuh Optimisme, Growpal Unjuk Gigi di Depan Menteri Seluruh Dunia di Archipelagic and Island States (AIS) Forum
Growpal Turut Meriahkan Suksesnya The World Economic Forum on ASEAN 2018, Hanoi, Vietnam
Aquatica Asia dan Indoaqua 2018 Suguhkan Pameran Taunan Bertajuk Fisheries Industry 4.0

Bahartani Lamakampali selaku Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyampaikan apresiasi kepada Growpal dalam rapat koordinasi dan konsolidasi yang berlokasi di Grand Cemara Hotel mengenai pembahasan progress tindaklanjut budidaya perikanan di Kabupaten Situbondo hari Rabu lalu (19/6). Bahwasannya, munculnya start-up ─ khususnya di bidang perikanan ­─ telah membantu pembangunan ekonomi di daerah Situbondo. Sampai saat ini, Growpal telah membantu keberhasilan 4 proyek perikanan di daerah tersebut. Salah satunya adalah trading udang vaname yang hasilnya telah diekspor ke Taiwan dan Amerika.

Proyek budidaya perikanan ini merupakan bentuk kerja sama antara Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal dengan Growpal selaku start-up di bidang financial technology berupa platform peer-to-peer lending di bidang budidaya perikanan untuk membantu pengembangan ekonomi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.  Kerja sama tersebut berupa pemberian pembekalan oleh Growpal berupa workshop seputar budidaya perikanan, kemudian masyarakat Situbondo bisa mengajukan proyek budidaya perikanan untuk dibiayai oleh investor melalui platform Growpal dan akhirnya terpilih 4 proyek yang sudah melalui proses analisis resiko dan dinyatakan lulus seleksi oleh Growpal. Aspek yang diperhatikan dalam menganalisis resiko bisnis mencakup legalitas usaha dan rekam jejak, manajemen dan sumber daya manusia, pemasaran, keuangan dan pembukuan, stabilitas sosial, dan hal teknis yang dilakukan oleh pembudidaya perikanan. Rencana selanjutnya, Growpal akan memfokuskan Situbondo untuk memulai Kerapu sebagai produk perikanan yang akan dikembangkan. Tidak hanya memberi edukasi seputar produk perikanan, Growpal juga berupaya untuk memberi edukasi literasi keuangan kepada pembudidaya perikanan di daerah Situbondo mengenai manajemen keuangan, pencatatan dan pembukuan, agar usaha perikanan yang dilakukan menjadi lebih professional dan mendapat kredibilitas untuk mempermudah legalisasi bisnis karena akan memiliki dampak positif untuk usaha tersebut. Contohnya adalah untuk mempermudah pelaku usaha perikanan untuk mengakses permodalan ke bank, sertifikasi produk, akses pasar ekspor yang bertujuan untuk meningkatkan margin.

Selain trading udang vaname yang sudah selesai dan menghasilkan keuntungan dan akhirnya dilanjutkan kembali, proyek lain juga berupa pendederan ikan kerapu Situbondo  dan pembesaran udang vaname Situbondo sekaligus penghijauan mangrove. Hal ini menghasilkan terjadinya pengembangan ekonomi di daerah Situbondo, karena dalam workshop tersebut Growpal membimbing, mengembangkan, memantau serta memberi bantuan dana terhadap pembudidaya perikanan yang berpotensi untuk meningkatkan pendapatan dan pangsa pasar pelaku budidaya perikanan, misalnya dengan membantu pembudidaya untuk bisa menjadi supplier produk perikanan ke berbagai HORECA (hotel, restoran, dan catering) atau bahkan untuk diekspor ke luar negeri. Karena kenyataannya perikanan Indonesia termasuk dalam 4 besar negara pengekspor produk perikanan yang bersaing dengan India, Vietnam, dan Thailand. Maka dari itu, budidaya perikanan memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian Indonesia.

“Ini adalah sebuah proses yang sangat baik dalam pembangunan daerah tertinggal menjadi lebih baik kedepannya. Menerapkan perubahan ke dalam masyarakat adalah sebuah tantangan besar yang dihadapi Growpal, karena tujuannya adalah merubah suatu kebiasaan. Kendala berupa minimnya informasi terkait produksi perikanan dan masalah sosial menjadi inti masalah yang dihadapi, contohnya seperti proyek Growpal di Aceh Singkil yang dirusak oleh warga setempat karena adanya kecemburuan sosial, sehingga menimbulkan kerugian bagi banyak pihak yang terlibat. Maka dari itu edukasi yang diberikan Growpal kepada masyarkat di daerah tertinggal sungguh sangat bermakna bagi proses pengembangan daerah tertinggal” ujar Jamaluddin Matdoan dalam rapat koordinasi dan konsolidari dengan Growpal. Beliau juga menyampaikan harapan besarnya terkait kerja sama dengan Growpal, antara lain dalam membina lebih banyak petani-petani perikanan dan sangat mengharapkan adanya ekspansi proyek yang lebih luas lagi. Growpal juga diharapkan dapat memberikan dampak positif psikologis kepada petani – petani secara lebih luas lagi dalam bekerja yaitu berupa semangat kerja yang harus selalu dijunjung tinggi.

Dalam penutupan rapat koordinasi dan konsolidasi progress tindaklanjut kegiatan Growpal di Kabupaten Situbondo, Bahartani Lamakampali menyampaikan ucapan apresiasi kepada Growpal. “Saya berharap banyak dengan bisnis model seperti Growpal sebagai bentuk keterlibatan masyarakat yang turut membantu pengembangan dan pembangunan Indonesia. Selama ini pembangunan belum maksimal karena hanya di-handle pemerintah yang masih keterbatasan anggaran. Dengan adanya Growpal yang berpartisipasi dalam pengembangan daerah, khususnya dalam hal perikanan, maka sangat membantu pemerintah untuk mewujudkan pengembangan di berbagai daerah tertinggal. Semoga akan muncul berbagai start-up baru seperti Growpal di masa depan yang akan turut berkontribusi mendongkrak perekonomian Indonesia” ujar beliau.

Membangun perekonomian daerah tertinggal merupakan perhatian khusus pemerintah yang akhirnya meningkatkan perekonomian Indonesia di mata Internasional. Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi naik dari 5,6% di akhir tahun 2019 menjadi 5,7% di kuartal satu 2019. Walaupun kenaikannya belum signifikan, namun ini merupakan harapan bahwa ekonomi di daerah tertinggal akan berkembang apabila terus diarahkan. Maka dari itu, untuk membangun perekonomian Indonesia perlu didukung oleh setiap elemen, mulai dari pemerintah, pelaku bisnis perikanan, pelaku start-up, dan masyarakat lainnya dan berkolaborasi untuk mewujudkan hal tersebut.

Penulis:

Quartina Pinunjul Winarti

COMMENTS

WORDPRESS: 0