Lika Liku Membesarkan Ikan

Apakah Anda penggemar udang? Udang apa yang menjadi favorit Anda? Tahukah Anda berapa ukuran berat udang yang Anda makan? Banyak jenis udang ya

Realitas Risiko Investasi Agrikultur pada Platform Peer-to-Peer Lending
Growpal Earth, Kajian Kejadian Gempa di Lokasi Budidaya & Seluruh Wilayah Indonesia
Yuk, Kenali Berbagai Penyakit Udang! (Edisi Bakteri)

Apakah Anda penggemar udang? Udang apa yang menjadi favorit Anda? Tahukah Anda berapa ukuran berat udang yang Anda makan?

Banyak jenis udang yang hidup di perairan Indonesia. Beda wilayah, beda pula jenis udangnya. Namun, dari berbagai jenis udang tersebut, udang vannamei termasuk salah satu udang yang banyak disajikan di restoran. Saat udang ini disajikan, berat hidup rata-ratanya bisa mencapai 17 gram. Ukuran sebesar ini merupakan hasil usaha kerja keras petani udang dalam membesarkannya.

Saat pertama kali udang ini dibesarkan ukuran benih rata-ratanya hanya mencapai 2 gram. Benih ini diperoleh petani udang dari hasil panen petani pedederan. Proses pembesaran udang merupakan salah satu tahap dari kegiatan budidaya udang. Pada umumnya proses budidaya udang melalui tiga tahap, yaitu proses pembenihan, pendederan, sampai pembesaran. Pada proses pembenihan, para petani memilih udah yang sudah siap bertelur. Pada tahap ini, petani menggabungkan Induk jantan dan induk betina terpilih agar mereka dapat melakukan proses pemijahan. Telur-telur yang dihasilkan, akan dipelihara oleh induk betina hingga telur menetas. Proses berikutnya adalah proses pendederan, proses ini adalah tahap dimana benih udang berkualitas dipilih dan dibesarkan hingga ukuran tertentu. Untuk selengkapnya, bisa dilihat di artikel sebelumnya yang berjudul ‘PENDEDERAN: Tombak Awal Penentu Bibit Unggul Produk Perikanan‘ pada tanggal 22 Juli 2019.

Fase terakhir dari proses pembudidayaan adalah pembesaran. Pada proses ini, benih-benih udang yang baru berukuran 2 gram dipelihara petani dengan penuh perhatian hingga besarnya mencapai ukuran layak konsumsi, yaitu sekitar 17 gram. Pada tahap ini, petani memberi makan udang sebanyak 3-4 kali/hari. Ini dilakukan agar udang-udang dapat tumbuh dengan cepat dan baik. Selain itu, petani juga harus melakukan pengontrolan kualitas air secara berkala. Petani perlu benar-benar memilih pakan udang yang sesuai oleh mereka, yaitu pakan yang memiliki kadar protein yang tinggi (Tahe, 2011). Petani perlu menjaga suhu air dan memastikan air bebas dari hama. Ini penting karena, pembesaran udang pada proses budidaya jauh berbeda dari pembesaran udang secara alami di habitat aslinya.

Aktivitas lain yang dilakukan petani udang dalam tahap pembesaran ini ialah pemantauan terhadap pertumbuhan udang secara berkala. Aktivitas ini dilakukan dengan cara mengambil beberapa contoh udang untuk ditimbang beratnya. Dengan penimbangan yang dilakukan secara berkala, petani dapat meperkirakan kapan udang bisa dipanen. Udang yang beratnya tumbuh relatif cepat bisa memajukan waktu hasil panen. Namun, terkadang ada udang yang tak cukup berat, yang menyebabkan waktu panen harus diundur untuk mendapatkan hasil maksimal yang sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu, petani juga dapat memberikan data hasil penimbangan ini kepada supplier udang. Utamanya data hasil penimbangan menjelang panen.

Panen dilakukan petani saat udang sudah mencapai berat yang sesuai dengan permintaan pasar. Saat melakukan panen, petani memperhatikan kondisi cuaca saat panen akan dilakukan. Petani menghindari cuaca hujan dan memilih melakukan panen saat cuaca cerah dikarenakan bisa mengurani tingkat stress makhluk tersebut. Udang yang stress akan berdampak pada penurunan kualitas hasil panen. Hasil panen ini akan menentukan berapa banyak keuntungan yang bisa dicapai oleh petani pembesaran tersebut.

Tak berbeda jauh dengan budidaya udang, pada umumnya budidaya ikan, baik ikan laut maupun ikan air tawar, melalui tiga tahap proses tersebut. Hanya saja, berbeda jenis ikan, akan berbeda pula lama masa budidayanya. Contohnya, pada petani yang bermitra dengan Growpal, pembesaran udang vannamei bisa mencapai 130 hari, ikan patin mencapai 220 hari, dan ikan gurame mencapai 360 hari. Namun, masa panen masing-masing ikan ini tidak selalu tetap. Ini sangat dipengaruhi oleh kondisi benih, kondisi air, jenis pakan, cuaca, dan hal-hal tak terduga lainnya.

Kelangsungan hidup ikan juga dapat terganggu dengan kondisi-kondisi yang tak terduga seperti cuaca ekstrim dan wabah penyakit. Hal ini menyebabkan target hasil panen tak dapat sepenuhnya tercapai. Namun demikian, bisnis pembesaran ikan tetap menjadi bisnis yang menjanjikan. Daya Tarik bisnis ini terutama karena nilai R.O.I nya yang cukup besar, yaitu 20% per tahun.

Ini dia penjelasan dari pembesaran yang merupakan salah satu jenis produk investasi yang tersedia di Growpal. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi calon investor untuk melakukan investasi di Growpal selanjutnya.

Penulis: Nayla Afnan

Sumber
Tahe, Suwardi dan Hidayat Suryanto Suwoyo. (2011) PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN KOMBINASI PAKAN BERBEDA DALAM WADAH TERKONTROL. J. Ris. Akuakultur, 6(1), 31-40

COMMENTS

WORDPRESS: 0