Penuh Optimisme, Growpal Unjuk Gigi di Depan Menteri Seluruh Dunia di Archipelagic and Island States (AIS) Forum

Kamis (1/11/2018), pagi yang cerah di ujung Indonesia. Manado menjadi saksi sejarah terlaksananya Archipelagic and Island States (AIS) Forum yang diinisiasi oleh Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) yang berkolaborasi dengan United Nation Development Program (UNDP). Acara ini menghadirkan 20 delegasi kementrian kemaritiman dari negara-negara kepulauan seluruh dunia antara lain Kuba, Pulau Comoro, Siprus, Fiji, Guinea Bissau, Indonesia, Jamaika, Madagaskar, Selandia Baru, Papua New Guinea, Saint Kitts dan Nevis, Sri Lanka, Seychelles, Singapura, Kepulauan Solomon, Suriname, Jepang, Timor Leste dan Inggris. Rombongan delegasi tersebut disambut dengan meriah oleh tarian Mangael Dance yang menceritakan tentang kehidupan di laut dan dinamikanya.

AIS Forum adalah forum dimana pimpinan seluruh negara kepulauan berkumpul untuk membahas solusi praktis yang dapat diselesaikan melalui kolaborasi antar negara kepulauan. Forum ini dilaksankan sebagai bentuk komitmen negara-negara kepulauan seluruh dunia dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan di negara kepulauan. Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, menyampaikan bahwa AIS Forum ini diharapkan bisa menjadi katalisator kerjasama antar Negara Kepulauan dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman lingkungan.

Forum AIS ini juga menjadi titik deklarasi dimana selain penyelamatan lingkungan Negara-negara kepulauan juga harus berkomitmen dalam peningkatan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan (ekonomi biru). Dalam acara Ministrial Meeting tersebut, Luhut Binsar Panjaitan yang mewakili Presiden Joko Widodo sekaligus menjadi pimpinan forum menyampaikan “Saya berharap forum ini bisa mendorong keterlibatan bisnis dan solusi keuangan inovatif untuk mendanai proyek perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan”. Pesan ini tentunya diaktualisasikan dengan mengundang Growpal dan startup perikanan lainnya untuk ikut andil dalam memaparkan gagasan-gagasan kreatif terhadap isu perubahan iklim dan ekonomi inklusif.

Dalam forum yang dilaksanakan di Manado ini, Growpal mendapatkan kesempatan untuk memaparkan beberapa gagasan dalam pengembangan perikanan berkelanjutan dengan prinsip ekonomi biru. Growpal, melalui perwakilannya, memaparkan bagaimana skema crowdfunding dan teknolgi digital mampu membantu pembudidaya ikan dalam menjalan usaha yang tidak hanya sustainable, tapi juga profitable. Selain itu, skema ini juga dinilai dapat mendorong akses modal yang lebih inklusif. Direktur UNDP untuk Indonesia, Christophe Bahuet, mendukung langkah ini melalui pernyataannya “Pembiayaan inovatif adalah dimensi penting dari inisiatif dan UNDP Indonesia yang akan membantu para anggota mengakses mekanisme baru seperti keuangan campuran, keuangan Syariah, dan obligasi hijau, untuk proyek-proyek di bawah Forum AIS ”.

Luhut Binsar Pnjaitan setelah memberikan apresiasinya kepada perwakilan startup perikanan

Luhut juga sangat mengapresiasi perjuangan pemuda dalam ekosistem startup di bidang perikanan dan kelautan. Tentunya dengan beberapa nasihatnya, Luhut mengungkapkan bahwa pertumbuhan startup bidang perikanan ini harus terus didorong dan juga pemuda sendiri harus menjalankan bisnisnya secara jujur dan professional agar dapat memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh Negara dan masyarakat.

Growpal memaparkan gagasan di depan lebih dari 20 menteri kemaritiman

Seluruh perwakilan negara kepulauan dan startup bergandengan tangan di sesi acara untuk menunjukkan komitmen bersama. Secara umum, Forum AIS ini melahirkan kesepakatan bersejarah oleh negara-negara kepulauan yang terlibat antara lain berisi komitmen untuk menjalankan aksi preventif, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, pelaksanaan ekonomi biru, pemanfaatan laut berkelanjutan dan serta mekanisme pembiayaan inovatif pada penyelamatan lingkungan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *