Produksi Ikan Indonesia Terbesar di Dunia, Apakah Masyarakatnya Suka Makan Ikan?

Faktanya, Indonesia adalah negara yang dikaruniai ikan berlimpah sehingga menjadi salah satu negara penghasil ikan terbesar di Dunia. Pertanyaannya, a

Intergrasi Recirculating Aquaculture System dengan Teknologi Microbubble untuk Meningkatkan Hasil Tambak Udang Vanname
Sistem Logistik Ikan Nasional, Aktor Penting dalam Distribusi Perikanan Indonesia
Akuakultur Terintegrasi, Teknologi, dan Visi Besar Perkembangan Ekonomi

Faktanya, Indonesia adalah negara yang dikaruniai ikan berlimpah sehingga menjadi salah satu negara penghasil ikan terbesar di Dunia. Pertanyaannya, apakah masyarakat Indonesia menyukai makan ikan dalam jumlah yang banyak pula?. Yuk kita cari jawabannya.

Gemarikan adalah upaya sistematis dan terstruktur yang diinisiasi KKP dengan melibatkan seluruh elemen stakeholder dan masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran gizi secara individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengonsumsi ikan. Gerakan ini diresmikan tahun 2004 oleh Presiden RI dan terus berkembang hingga saat ini. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan permintaan masyarakat atas produk perikanan dan meningkatkan asupan gizi yang berasal dari ikan, sehingga berimplikasi pada peningkatan konsumsi ikan nasional.

Angka Konsumsi Ikan (AKI) nasional merupakan indikator untuk melihat peningkatan konsumsi ikan setiap tahunnya. Sejak diresmikan hingga tahun 2018, jumlah konsumsi ikan nasional sudah mencapai 50,69 kg per orang per tahun dengan pertumbuhan rata-rata AKI sebesar 6,57%*. Secara pelan dan pasti, angka tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat semakin sadar untuk mengonsumsi ikan. Ikan dalam konteks ini tidak terbatas pada ikan dalam arti yang sempit, namun mencakup seafood (udang, lobster, kepiting, rajungan, cumi, kekerangan, dll) dan produk olahan ikan atau seafood.

Hasil survey Sosial Ekonomi Nasional BPS menyebutkan protein ikan memberikan kontribusi terbesar dalam kelompok sumber protein hewani sekitar 57,2% dibanding daging, telur dan susu. Dari segi gizi selain protein, ikan juga punya asam lemak omega 3 yang dibutuhkan untuk pertumbuhan otak, terdapat vitamin D, fosfor, vitamin B2, zat besi, zink, yodium, magnesium, dan kalium. Ikan sangat layak dijadikan lauk utama sumber protein dalam menu makan masyarakat. Ditambah lagi keragaman jenis dan harga ikan dapat memenuhi semua segmen kelas ekonomi.

Bahkan konsumsi ikan pada anak, dapat membantu mencegah terjadinya stunting dan keterbelakangan mental.
Untuk tahun 2019, AKI diharapkan dapat ditingkatkan hingga 54,49 kg per orang per tahun. Meskipun demikian, jumlah konsumsi ikan dalam negeri masih kalah dibandingkan negara lainnya yang menargetkan 70-80 kg per orang per tahun. Jepang bahkan menargetkan 100 kg per orang per tahun.

Telah disebutkan bahwa ikan sangat beragam jenis dan harganya. Kemudian muncul pertanyaan baru, apakah daya beli masyarakat semakin baik?. Ya, tentu saja. Masyarakat semakin meningkat kualitas ekonominya. Dilihat dari pendapatan per orang per tahun atau istilah Produk Domestik Bruto (PDB) per orang. Dari tahun 2014 hingga 2018, pertumbuhan PDB per orang rata-rata adalah 7,51%*. Tahun 2018, setidaknya setiap orang memiliki pendapatan sebesar 56 juta rupiah dalam setahun. Informasi tersebut semakin menyadarkan dan menggerakkan kita semua untuk semakin menyenangi ikan dan seafood sebagai lauk utama konsumsi harian, bahkan camilan. Growpal sangat mendukung terbentuknya ekosistem masyarakat yang gemar makan ikan dan berupaya ikut serta dalam gerakan tersebut. Harapannya, semoga bangsa Indonesia semakin maju dan cerdas melalui produk Perikanan!

Penulis:
Quartina Pinunjul Winarti
Justi Herdy

Source:
* Diolah dari Data yang dikeluarkan BPS dan Bappenas
KKP.go.id. (2019, Januari 02). FAQ Tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Diakses dari, https://kkp.go.id/artikel/8225-faq-tentang-gerakan-memasyarakatkan-makan-ikan-gemarikan

COMMENTS

WORDPRESS: 0