Sistem Logistik Ikan Nasional, Aktor Penting dalam Distribusi Perikanan Indonesia

Sistem Logistik Ikan Nasional, Aktor Penting dalam Distribusi Perikanan Indonesia Demi mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional perlu ad

Digitalisasi Bisnis Perikanan Indonesia
Lezat dan Bernutrisi, Udang Berperan Penting Dalam Kesehatan
Crowdfunding Perikanan, Solusi terhadap Tantangan Kesejahteraan Pangan

Sistem Logistik Ikan Nasional, Aktor Penting dalam Distribusi Perikanan Indonesia

Demi mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional perlu adanya jaminan ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan untuk pemenuhan konsumsi ikan dan industri pengolahan ikan agar tidak terjadi kekurangan pasokan. Industrialisasi perikanan pastinya membutuhkan sinergi dan kolaborasi industri perikanan dari hulu hingga hilir agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Bagi Indonesia yang konsumsi ikan masyarakatnya masih rendah dibanding negara maju, kehadiran industri pengolahan produk perikanan lebih banyak diarahkan untuk memenuhi pasar ekspor. Oleh karena itu, agar dapat bersaing di pasar internasional perikanan Indonesia perlu didorong dan dikembangkan untuk bisa menghasilkan produk dengan mutu yang baik, aman dikonsumsi, tersedia secara berkesinambungan, berdaya saing secara ekonomis, serta sesuai dengan selera masyarakat dengan menjaga kualitas produk sesuai standar mutu yang berlaku. Terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 5 Tahun 2014 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) merupakan upaya pemerintah mengatur dan menata logistik hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan ekspor dan konsumsi pangan masyarakat.


Adanya karakteristik produk perikanan yang mudah rusak (perishable) sangat membutuhkan dukungan sistem jaringan logistik dan teknologi khusus agar dapat lebih tahan lama. Untuk mengatasinya, KKP membangun Sistem logistik Ikan Nasional (SLIN) untuk menampung dan mendistribusikan bahan baku dari lokasi penangkapan dan sentra budidaya secara efisien (Sunoto, 2012). Sistem Logistik Ikan Nasional adalah bentuk implementasi konsep logistik dengan menggunakan prinsip supply chain management (SCM) yang mengintegrasikan proses-proses pengadaan, penyimpanan, pengiriman, serta mengembangkan sarana dan prasarana distribusi agar sampai ke tangan pembeli sesuai dengan karakteristik komoditas produk perikanan. SLIN juga melibatkan kementerian-kementerian terkait, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga nelayan dan pembudidaya ikan agar dapat memperkuat dan memperluas konektivitas antara sentra produksi hulu, produksi hilir, dan pemasaran secara efisien.
Pada awal Sistem Logistik Ikan Nasional dijalankan, Ditjen Pengembangan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PDSPKP KKP) mengklaim bahwa dampak Sistem Logistik Ikan Nasional menyebabkan produksi perikanan di tingkat produsen rata-rata meningkat.
“Bila kita lihat implementasi pembangunan SLIN pada tahap awal 2014-2015 di jalur Sulawesi Tenggara, Jawa, dan Bali, maka harga produk perikanan di sentra produsen rata-rata meningkat. Sebelumnya, ada produsen mengaku kekurangan bahan baku, namun dengan adanya SLIN dapat membantu memenuhi bahan baku produk perikanan tersebut,” ungkap Dirjen PDSPKP KKP Nilantor Perbowo, di Jakarta, Jumat (8/1/2016).
Tidak berhenti sampai di situ, KKP juga terus mengembangkan dan bekerjasama dengan berbagai stakeholders untuk mengoptimalkan peran SLIN dalam mendistribusikan produk perikanan Indonesia. Menurut sumber informasi dari artikel Kementerian Kelautan dan Perikanan, operasionalisasi SLIN di pusat produksi dan/atau pusat pengumpulan serta pusat distribusi dijalankan oleh operator utama dan operator pendukung, yang berfungsi melakukan pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran produk perikanan. Tugas Operator Utama dijalankan oleh BUMN sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

Penugasan BUMN di bidang perikanan yakni Perum Perikanan Indonesia (Perindo) sebagai Operator Utama SLIN akan menggunakan beberapa fasilitas antara lain, cold storage dan peralatan pendukungnya, seperti kendaraan bermotor berpendingin dan tidak berpendingin. Dalam hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) sebagai penyedia sarana dan prasarana harus melakukan kerjasama pemanfaatan dengan Operator Utama SLIN yang tertuang dalam perjanjian sewa.
Jumat (15/2/2019) di kantor Perum Perindo Pusat Muara Baru Jakarta, dilakukan penandatanganan Perjanjian Sewa cold storage antara Dirjen PDSPKP, Rifky Effendi Hardijanto dan Direktur Utama Perum Perindo, Risyanto Suanda. Perum Perindo akan memanfaatkan cold storage di 3 lokasi yakni cold storage kapasitas 50 ton di PPN Prigi, cold storage kapasitas 400 ton di PPN Brondong, dan cold storage kapasitas 100 ton di PPN Ternate.
Mengutip dari artikel yang ditayangkan oleh Kompas.com (06/04/2018), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Garuda Indonesia tentang Pemanfaatan Jasa Angkutan Udara Nasional dalam rangka Peningkatan Kinerja Perwujudan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik pada tanggal 5 April 2018. Melalui kerja sama tersebut, Garuda Indonesia akan membantu program Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di pulau terkecil dan terluar Indonesia.
Dengan adanya kebijakan ini diharapkan ketersediaan ikan bisa terjamin sepanjang tahun dan merata di semua provinsi di Indonesia. Kebijakan ini juga diharapkan membantu untuk tidak memberatkan produsen dan konsumen, serta dapat memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Keberhasilan SLIN tergantung pada komitmen seluruh elemen yang berperan dalam proses pengadaan, penyimpanan, pengiriman, dan distribusi. Namun, yang paling krusial adalah peran pemerintah sebagai kunci berlangsungnya SLIN melalui fasilitasi para aktor dalam merancang dan menjalankan sistem rantai pasok ikan sehingga dapat menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan pangan ikan.

PENULIS: Quartina Pinunjul Winarti
SUMBER:
Putera, A.D. (April 6, 2018). KKP Gandeng Garuda Indonesia Kembangkan Sistem Logistik Ikan Nasional.
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/06/112354326/kkp-gandeng-garuda-indonesia-kembangkan-sistem-logistik-ikan-nasional.
Sunoto. 2012. Industrialisasi Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.
Website Resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Februari 15, 2019) KKP Tugaskan Perum Perindo Kelola Cold Storage di 3 Lokasi, Operasionalisasikan Sistem Logistik Ikan Nasional.
https://news.kkp.go.id/index.php/kkp-tugaskan-perum-perindo-kelola-cold-storage-di-3-lokasi-operasionalisasikan-sistem-logistik-ikan-nasional/

COMMENTS

WORDPRESS: 0