Yuk, Kenali Berbagai Penyakit Udang! (Edisi Bakteri)

Udang merupakan primadona ekspor yang dimiliki sektor perikanan Indonesia. Hingga 2021, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana menambah de

Yuk, Kenali Berbagai Penyakit Udang! (Edisi Fungi dan Parasit)
Selain Meningkatkan Supply Produk Perikanan, Inilah Keuntungan dari Pembiayaan Trading
Fintech Perikanan: Cermat Berinvestasi, Cegah Risiko Secara Dini

Udang merupakan primadona ekspor yang dimiliki sektor perikanan Indonesia. Hingga 2021, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana menambah devisa US$1 miliar dari ekspor udang. Berbagai tantangan dihadapi untuk mencapai target, selain upaya peningkatan produksi, hal yang harus diperhatikan adalah penanggulangan penyakit udang yang mengancam gagalnya budidaya dan menyebabkan kerugian. Sebelum memahami berbagai penyakit yang berpotensi muncul pada udang, penting untuk mengenali faktor yang perlu diperhatikan saat melakukan budidaya.

Dalam budidaya udang, air merupakan salah satu faktor paling penting yang menentukan apakah budidaya akan berhasil atau tidak, berbagai macam permasalahan yang ada di tambak pada umumnya dimulai dari kondisi air karena udang memiliki sistem peredaran darah terbuka. Sistem peredaran darah terbuka adalah peredaran darah yang cukup sederhana dimana jantung mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan cara mengalirkan darah ke rongga-rongga tubuh. Sistem peredaran darah terbuka tidak menggunakan pembuluh darah dalam mengedarkan sirkulasi darah. Ini lah yang menyebabkan kualitas air sangat berpengaruh dalam melakukan budidaya udang.
Ada berbagai macam jenis penyakit udang, dan patogen penyebabnya pun beragam. Berbagai patogen berasal dari bakteri, jamur, parasit, namun penyebab penyakit udang didominasi oleh virus. Growpedia kali ini mengajak kamu untuk mengenali penyakit udang yang disebabkan oleh patogen bakteri. Yuk, simak informasi di bawah ini:

PENYAKIT UDANG OLEH PATOGEN BAKTERI:

⦁ White Feces Disease (WFD)
Penyakit ini ditandai dengan munculnya kotoran udang berwarna putih yang mengambang di air, saluran hepatopankreas (di bagian perut yang biasanya penuh terisi makanan) mengecil dan berwarna keputihan, usus kosong, nafsu makan menurun dan laju pertumbuhan menurun. Diagnosa bisa dilakukan dengan melihat tanda-tanda yang muncul dan dapat diklarifikasi dengan membawa sampel udang ke laboratorium untuk dilakukan uji menggunakan metode PCR.

WFD disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus, Vibrio fluvalis, Vibrio alginolyticus, dan Vibro mimicus, tipe patogen adalah bakteri gram negatif. Bakteri awalnya berinteraksi dengan inang (dalam hal ini udang) dan melekat pada sel inang diikuti masuknya ke dalam sel kemudian dilanjutkan dengan tahap invasi dan penyebaran lokal dalam tubuh inang. Selanjutnya bakteri akan merusak organ pencernaan udang (hepatopankreas).

WFD dapat terjadi sekitar 2 bulan (usia 50-60 hari) masa budidaya yang dapat mengakibatkan produktivitas menurun 10-15% dan penurunan nilai sintasan (SR). Kematian akibat penyakit ini dapat mencapai 60%. Faktor pendukung berkembangnya bakteri yang memicu WFD terjadi pada udang adalah kualitas air yang kurang terjaga dengan baik, misalnya salinitas yang terlalu tinggi, pemberian pakan berlebihan, kualitas pakan yang buruk, kualitas benur yang buruk, dan meledaknya populasi alga.
Penyakit dapat menular ke individu lain lewat peristiwa kanibalisme dan banyak terjadi di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Lombok, dan Sumbawa. Penyakit ini masuk ke Indonesia pada tahun 2014.

⦁ Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND)
Penyakit ini sering dikaitkan atau disamakan juga dengan Early Mortality Syndrome (EMS). Udang yang mengalami penyakit AHPND menunjukkan kosongnya saluran pencernaan dan hepatopankreas berwarna pucat dan mengecil, kulit menjadi lunak, dan bintik hitam pada hepatopankreas. Kematian dapat terjadi pada hari ke-10 setelah tebar dan udang yang lemas tenggelam didasar kolam.

AHPND disebabkan oleh Vibrio parahaemolyticus strain unik VPAHPND. Pada penelitian lain menyebutkan bahwa dapat disebabkan juga oleh Vibrio harveyi. Plasmid virus ini mengandung dua gen yang memproduksi toksin yang jika hadir bersamaan menyebabkan AHPND yaitu Pir A dan Pir B. Bakteri Vibrio dapat membelah diri tiap 10-20 menit sehingga dapat merubah dinamika ekosistem kolam budidaya dengan cepat.

Udang yang terkena penyakit ini mengalami kematian pada hari ke-35 budidaya. Infeksi penyakit dapat terjadi bersamaan dengan penyakit lain seperti White Spot Syindrome (WSSV) dan Enterocytozoon Hepatopenaei (EHP). Penyakit ini dapat dipicu oleh tingginya konsentrasi materi organik yang berasal dari pakan, pupuk dan molase; suhu tinggi; salinitas tinggi; pH tinggi; rendahnya keragaman plankton di kolam; dan suhu rendah sekitar 20°C selama 48 jam dapat memicu terjadinya infeksi dan menyebar cecara horizontal (peristiwa kanibalisme antar udang) atau secara vertikal (dari indukan ke anakannya).

AHPND dilaporkan pertama kali terjadi di Tiongkok pada 2009 yang awalnya dinamakan covert mortality disease. Kemudian dilaporkan terjadi di Vietnam, Malaysia, Thailand, Mexico, dan Filipina. Belum ada laporan bahwa AHPND terjadi di wilayah Indonesia.

⦁ Black Spot Disease (Bintik Hitam)
Penyakit ini ditandai dengan tampak fisik pada udang berwarna kecoklatan dan adanya bercak hitam pada karapas udang. Metode diagnosa: adanya bercak bercak hitam ditubuh udang, biasanya terjadi pada fase pasca panen.

Bakteri yang menyebabkan penyakit ini adalah Vibrio anguillarum. Bakteri ini dapat tumbuh di perairan air asin. Bakteri ini dapat tumbuh pada suhu kisaran 25-32 derajat celcius. Pada saat pasca panen, udang terkena paparan sinar matahari, hal tersebut membantu proses terjadinya blackspot dan dapat menyebar melalui air. Black Spot Disease banyak ditemukan di Indonesia dan berbagai negara-negara Asia lainnya.
Informasi mengenai penyakit ini masih sangat minim, namun hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah setelah panen, udang dirantai beku atau ditambah larutan asam askorbat atau natrium bisulfite (NaHSO3) kedalam larutan garam yang dingin.

Nah, penyakit yang disebutkan di atas merupakan penyakit udang yang disebabkan oleh bakteri. Eits, tapi masih banyak lagi lho jenis penyakit yang bisa menjangkit udang dan disebabkan oleh virus dan jamur. Nantikan artikel Growpedia berikutnya biar kamu nggak ketinggalan informasi penyakit udang lainnya ya!

Penulis:
Quartina Pinunjul Winarti
Source:
Jala Tech. (2019). Daftar Penyakit Udang. Diakses dari, https://app.jala.tech/diseases

COMMENTS

WORDPRESS: 0