Yuk, Kenali Berbagai Penyakit Udang! (Edisi Virus Bagian 2)

Hello, pals! Artikel Growpedia kali ini merupakan lanjutan dari pembahasan jenis penyakit udang yang disebabkan oleh virus bagian 1. Penyakit yang sud

Ikan Kerapu: Rasa Nikmat, Kaya Manfaat
Yuk, Kenali Berbagai Penyakit Udang! (Edisi Bakteri)
Realitas Risiko Investasi Agrikultur pada Platform Peer-to-Peer Lending

Hello, pals! Artikel Growpedia kali ini merupakan lanjutan dari pembahasan jenis penyakit udang yang disebabkan oleh virus bagian 1. Penyakit yang sudah dibahas sebelumnya adalah White Spot Syndrome Virus (WSSV), Yellow Head Virus (YHV), dan Taura Syndrome Virus (TSV). Virus adalah salah satu penyebab penyakit pada udang yang mengkhawatirkan para petambak dan faktor yang mendominasi dalam daftar penyakit udang. Penyakit-penyakit ini perlu diwaspadai karena menyebabkan penurunan produksi dan dapat menyebabkan kerugian besar. Bahkan sering tingkat kematian hingga 100% pada udang di dalam tambak.

Penyakit udang yang akan dibahas dan disebabkan oleh virus dalam artikel ini adalah Infectious Myonecrosis Virus (IMNV), Infectious Hepatopancreatic and Haemotopoietic Necrosis Virus (IHHNV), Covert Mortality Nodavirus (CMNV) Apa saja gejala penyakit ini? Bagaimana penularannya dan dampaknya bagi udang? Temukan jawabannya dalam penjelesan di bawah ini!

PENYAKIT UDANG OLEH PATOGEN VIRUS:
⦁ Infectious Myonecrosis Virus (IMNV)
Infectious Myonecrosis atau infeksi myonekrosis atau lebih akrab disebut dengan penyakit Myo. Di Indonesia, penyakit myonecrosis pertama kali diketahui terjadi pada udang putih dari pertambakan di Situbondo, Jawa Timur, pada tahun 2006 dengan prevalensi 11,11% dan gejala klinis serupa dengan kejadian wabah myonecrosis di Brazil pada tahun 2002. Ciri-ciri udang di tambak jika terkena myo adalah udang pucat, kemudian memerah di bagian ruas bawah sampai ekor. Udang yang terjangkit penyakit myo mengalami kram pada jaringan otot, lalu pada segmen badannya terdapat seperti gumpalan awan putih. Jika sudah parah, jaringan otot akan mati dan berwarna merah.

Penyakit ini bertipe kronis (membutuhkan waktu lama hingga menyebabkan mortalitas). Baru dapat menyebabkan kematian pada hari ke 9-13 setelah infeksi. Udang dalam fase post-larva, juvenil dan dewasa pada umur 60-80 hari budidaya rentan terserang virus, potensi kematiannya 50-70% populasi udang di tambak. Rendahnya salinitas <30 juga mempercepat replikasi virus.

Terjadinya penyakit ini akan turut dipicu menurunnya kualitas air atau tidak stabilnya kualitas air, terutama fluktuasi suhu. Terdapatnya sisa pakan yang menumpuk di dasar tambak akan berubah menjadi amonia sehingga berpotensi menjadi racun yang mematikan udang atau setidaknya membuat udang stres dan mudah terserang penyakit. Penularan IMNV terjadi secara horizontal karena kanibalisme dan melalui air, serta penularan secara vertical (diturunkan dari induknya).

⦁ Infectious Hepatopancreatic and Haemotopoietic Necrosis Virus (IHHNV)
Udang yang terinfeksi IHHNV menyebabkan ‘runt-deformity syndrome’ (RDS) pada juvenile, dengan tidak stabilnya pertumbuhan dan berat udang serta terhambatnya pembentukan karapas. Udang yang terinfeksi akan berenang ke permukaan air, diam tidak bergerak kemudian berputar dan tenggelam ke dasar. Perilaku ini mungkin dapat berulang hingga terjadi kematian. Udang yang terjangkit penyakit ini mengalami kecacatan pada bagian perut udang dan moncong. Udang vannamei yang terinfeksi IHHNV, mengalami deformitis pada rostrum (bengkok).

Dampak yang terjadi pada udang yang terjangkit virus adalah menurunnya nafsu makan pada udang, terjadinya kanibalisme, dan meningkatkan kematian udang. Pada saat postlarva (PL) dan juvenil, kematian dapat meningkat hingga 80-90% dalam dua minggu. IHHNV efeknya cukup rendah pada udang dewasa, tetapi pada post-larva dan juvenil dapat menyebabkan kematian massal. Sering juga terjadi tidak terjadi kematian tetapi menyebabkan udang berukuran kecil pada saat panen.

Virus ini dapat menginfeksi lewat peristiwa kanibalisme sesama udang, dapat ditularkan adanya kontak dengan individu yang membawa atau terkana virus. Dapat ditularkan juga dari indukan ke anakannya. Virus juga dapat ditransmisi melalui air yang didalamnya terdapat udang yang terinfeksi IHHNV. Pemilihan benih udang yang kurang tersertifikasi dan kurangnya menjaga kualitas air dapat memicu penyakit ini muncul pada udang.
Penyakit ini terjadi di Ekuador, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Peru, Taiwan, China, dan Thailand. Awal diidentifikasi pada 1981 di Hawaii. Dapat terjadi kemungkinan menyebar ke negara lain melalui sistem ekspor benih ataupun manajemen kualitas air yang kurang baik, beberapa jenis udang budidaya (Penaeus vannamei, Penaeus stylirostris, Penaeus occidentalis, Penaeus monodon, Penaeus semisulcatus, Penaeus califormiensis, dan Penaeus japonicus). Lokasi munculnya penyakit ini terdapat di China sejak tahun 2002-2003 dan menjadi penyakit epidemik selama kurang lebih 10 tahun.

⦁ Covert Mortality Disease (CMD)
Infeksi virus (Nodavirus) akan menyebabkan inti sel hepatopankreas pada udang membesar bersamaan dengan terjadinya nekrosis sel otot ditunjukkan dengan tubuh udang yang berwarna putih, sama seperti gejala Myo. Saluran pencernaan pada udang berwarna menjadi emas kecokelatan, perut udang kosong, cangkang udang melunak, pertumbuhan lambat dan bagian otot perut memiliki warna yang pudar. Ketika mati, udang tidak mengapung di permukaan air melainkan tenggelam ke dasar kolam.

Jika udang terkena CMD, tingkat mortalitas atau kematian udang meningkat antara 80-90% setelah penebaran udang 60 hingga 80 hari. Virus ini dapat diturunkan secara vertikal yaitu dari indukan ke anakan. Dapat juga diinfeksikan melalui beberapa invertebrata yang biasanya ada di kolam tambak seperti Artemia sinica, Balanus sp. (barnakel), Brachionus urceus (rotifera), Corophium sinense (ampipoda), Crassostrea gigas (tiram), Diogenes edwardsii (kepiting hermit), Meretrix lusoria (kerang), Ocypode cordimundus (ghost crab), Parathemisto gaudichaudi (ampipoda), dan Tubuca arcuata (kepiting).

Setelah mengenali berbagai penyakit yang dapat menjangkit udang, kita jadi bisa mengidentifikasi penyakit dari awal kemunculan dan dapat mencegahnya. Potensi udang untuk terkena penyakit akan selalu ada, dan penyebabnya bisa dari banyak faktor. Namun pemicu utama suatu penyakit muncul adalah imunitas udang yang menurun akibat kekurangan nutrisi atau karena mengalami stres. Pemberian nutrisi yang baik akan meningkatkan daya tahan tubuh bagi udang. Kemudian kualitas air tambak yang baik akan meminimalisir udang menjadi stres. Stres dapat menjadi faktor yang menjadikan kemungkinan udang terserang penyakit menjadi dua kali lipat. Maka dari itu menjaga kesehatan udang dengan memberi nutrisi yang cukup dan melakukan kontrol kualitas air juga merupakan hal yang penting ya pals!

Penulis:
Quartina Pinunjul Winarti
Source:
⦁ Jala Tech. (2019). Daftar Penyakit Udang. Diakses dari, https://app.jala.tech/diseases

COMMENTS

WORDPRESS: 0